Jumat, 22 April 2011

Cara Menghindari Hipnotis atau Gendam

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan:

Versi A
  1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses “self hypnosis ” (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.
  2. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.
  3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain.
  4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong / bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.
  5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.
  6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan “latah” usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.
  7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.
  8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, “Saya sadar dan normal sepenuhnya! ” Dan andapun akan sadar dan normal kembali
Versi B
Tips ini disarikan oleh Ir. Yan
Nurindra, seorang pakar hipnotis yang menguasai metode Western Hypnosis
maupun Traditional Hypnosis:
1. Jangan membiarkan pikiran kosong ketika
berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic
terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara
telepathic.
2. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak
wajar,ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang
melakukan”telepathic forcing”.
3. Bagi mereka yang memiliki kebiasaan
“latah”, sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman. Mereka yang
mempunyai kebiasaan “latah” cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang
mudahdibuka paksa dengan bantuan kejutan (Shock Induction). Hal yang sama
juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.
4. Jangan mudah panik jika
tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni Anda untuk suatu
alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik! Karena rasa panik akan
mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar anda!
5. Jangan mudah panik jika
tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu Anda! Usahakan agar pikiran dan
panca indera Anda tetap aktif ke seluruh lingkungan! Jangan terfokus pada
ucapan-ucapan orang yang menepuk Anda. Segera berpindahlah ke daerah yang
lebih ramai!
6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada Anda
terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing,
waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam!
Segera lakukan “grounding”, yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif
ke bumi (cukup visualisasi).
7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan,
segera sibukkan pikiran Anda, agar tetap berada di frekwensi yang
mengakibatkan efek hipnotis tidak dapat bekerja. Antara lain dengan berdoa
dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat.
8. Akhirnya, tanamkan terus menerus di dalam diri Anda, bahwa hipnotis tidak
akan bekerja bagi mereka yang menolaknya.




Lambang Hipnotis

Definisi dan Sejarah Ilmu Hipnotis (HIPNOSIS/GENDAM)

Kata ‘Hipnotis’ dan ‘hipnotisme’ sama-sama merupakan turunan dari istilah ‘neuro-hipnotisme’ (nervous sleep), dicetuskan oleh dokter bedah Skotlandia James Braid sekitar tahun 1841 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Hipnotis Modern. Braid mendasari cara kerjanya dengan metode yang dikembangkan oleh Frans Mesmer dan para pengikutnya (“Mesmerisme” atau “Magnetisme Binatang”), tapi berbeda dengan teorinya sebagaimana prosedur dilakukan.
 
Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, dimana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.

Ilmu Gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain, Kekuatan sebenarnya ada pada olah kebatinannya disertai keyakinan yang kuat sehingga tercipta energi dahsyat yang dapat memanipulasi kehendak orang yang menjadi sasaran.Dalam kasus kejahatan, gendam digunakan untuk memanipulasi kehendakkorban sehingga ia tidak melawan dan menuruti kemauan penggendam. Hipnotis  disebut sebagai western style dengan menggunakan kekuatan verbal.  Adapun Gendam disebut sebagai eastern style dan tergolong sebagai tradisional hipnotis. Contoh lain tradisional hipnotis adalah pendulum dan tenaga dalam.
Berlawanan dengan kesalahan konsep popular, bahwa hipnotis merupakan sebuah bentuk mirip ketidaksadaran waktu tidur, penelitan kontemporer menyebutkan bahwa hipnotis sesungguhnya merupakan keadaan bangun dari konsentrasi yang terfokus dan berpusat pada sugestibilitas, dengan kewaspadaan perifer yang berkurang. Pada buku pertama topik ini “Neurypnology” (1843), Braid mendeskripsikan “hipnotisme” sebagai keadaan relaksasi fisik disertai dan diinduksi konsentrasi mental (“abstraksi”).

Metode hipnotis bisa dibagi dua. Sleep transhipnosis dengan ciri korban yang terhipnotis dalam keadaan tidur. Metode lainnya bernamawaking transhipnosis. Cirinya, yang terhipnotis dalam keadaan mata terbuka.

Gambar Lambang Hpnotis